Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Rindu itu indah

Rindu itu indah. Seperti memeluk angin. Menatap matahari. Tak ada yang bisa memahami. Jika hatimu ikhlas, rindu akan menjadi bunga tidur yang setia. Pengiring detak jantungmu. Penjaga setia dalam sabarmu. Tahukah kamu, Pelangi begitu indah, karena hati merindukannya. Jauh adalah identitasnya. Tapi suatu haru pelangi itu akan ada di pelupuk matamu. Pejamkan matamu, rasakan kehadirannya. Dia selalu ada, tidak dimanapun di dunia ini.. Tapi dia ada di hatimu. Rindupun ingin bertemu denganmu. Tidurlah, rindumu akan datang di hari yang indah. Rindu itu akan menjadi teman hidupmu. Rindu aku rindu. Rindu, terima kaish telah hadir di hidupku dalam bentuk dan cara yang indah.

Di Atas Bola

Berdiri tak seimbang. Berjalan tak melangkah. Semua serba bimbang. Terombang-ambing dalam buaian. Buaian di atas bola. Sungguh, ini mulai tak nyaman. Mulai berfikir untuk berhenti di emperan jalan. Hujanmu bertambah deras, tak bisa kubendung. Hanya berharap dan terhuyung-huyung. Jika kau bisa hujan tak bersuara. Aku akan menjadi puisi tanpa suara. Mata-mata mulai menjadi kerikil kecil. Janganlah begitu, aku bisa tertutup angin. Ini perjalanan. Ini Petualangan. Ini kisah tak bertuan. Menceritakannya dalam diam.

Tanda Tanya

hanya ini yang bisa kutorehkan, puisi sederhana. dimalam yang penuh tanda tanya, dan gundah gulana. ini ajaib, jalan yang beribu dan semu. ada setitik terang, yang membias sedalam awang. sadar itu ilusi, yang tak bisa hilang. aku membisu, diam. semua mati. entah apa yang kuperbuat, membuat semua ini menjadi tak jelas. salahkah,,benarkah,.. tapi ini pilihan. bukan sekedar bahan permainan.

Aku Bukan Masa Lalu

Tangan pencakar langit, kaki tiang tak terhempas. berdiri dipelupuk mata setiap nyawa, tanpa rasa was-was. semua menjadi indah, karena masa depan terlihat jelas. rasa takut terkikis musnah, rasa lelah terkikis lepas. tapi, air bukan hanya di lautan lepas. tapi, api hanya setitik  dari kuatnya rasa panas. Tak ada yang abadi, tak ada yang terus menanti. daratan masih tetap tak beranjak. teman setia yang tak pernah bertanya. tak melihat, tak mendengar. mungkin hanya itu teman yang paling indah. semua pergi saat, langkah terjal dan terhuyung-huyung. Dimana mahluk yang ada saat gunung masih dipuncak tertinggi. pergi. mati.