Menerka Salam


duduk termangu di sudut terang.
cahaya samar menerawang.
sehelai harapan menjadi debu pemburam.
tegap tetap meski terlelap.
kembali pulang hanya menjadi harap.
ini biasa tidak biasa.
antara ada dan tiada.ada apa.
haha, cengeng.
baru secuil waktu berlalu.
haha, aneh.
maumu tidak maumu.
biar, aku anak terbuang.
biar, aku merayap di tandus sepi.
apa daya, tangan tak sampai.
sampaikan saja salamku.
pada ayah ibuku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Bukan Masa Lalu

Ironi Udang

Gubuk Baruku